Dia mengaku pada awalnya tidak ada niat untuk menjadi seperti sekarang. Namun nasib membawanya menjadi Puteri Pariwisata mewakili Indonesia.
"Ini sebenarnya bukan cita-cita saya. Saya bercita-cita menjadi diplomat. Tapi toh intinya sama, Putri Pariwisata juga mempromosikan pariwisata Indonesia. Tugasnya hampir mirip dengan diplomat," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk ajang ini ada pengorbanan yang harus dilakukan. Salah satunya Dikna menunda untuk melanjutkan studi S2. Namun Dikna merasa tak keberatan. Selama untuk Indonesia, dia mengaku tak masalah. "Toh saya jadi bisa belajar dari komunikasi hingga pemasaran pariwisata, juga pemasaran diri. Bahkan saya sempat belajar atraksi dengan api agar dapat menyuguhkan bakat yang unik di Miss Tourism International. Bagi saya, yang terpenting orang-orang tahu dan kenal dengan Indonesia," katanya.
Dikna termasuk salah satu putri yang berpretasi. Salah satunya dia mengikuti Student Exchange Program University of Malaya 2013 hingga Student Exchange Program University of Malaya 2016
Semntara prestasi non akademik meliputi Gelar Go Girl Look 2010, Miss Indonesia NTT 2011, top 10 Miss Earth Indonesia 2014, Putri Pariwisata Indonesia 2015 hingga Duta Unicef Champion for Children (odh/odh)