Bahaya Pakai 'Thong' Selagi Berolahraga

Vega Probo , CNN Indonesia | Kamis, 06/10/2016 19:38 WIB
Bahaya Pakai 'Thong' Selagi Berolahraga Ilustrasi celana dalam (Thinkstock/kicsiicsi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa yang Anda pikirkan saat memilih celana dalam? Kebanyakan orang mungkin hanya memilihnya berdasarkan tren atau bentuk 'fisik.'

Ada baiknya jangan asal pilih celana dalam, terutama bila hendak olahraga. Sebab pilihan yang keliru akan memengaruhi kesehatan organ reproduksi Anda.

Mengutip Huffington Post, tak banyak orang tahu bahwa kegiatan olahraga membutuhkan celana dalam tertentu, yang berbeda dengan celana dalam sehari-hari.

Saat olahraga, hindari penggunaan celana dalam berenda dan thong.

Di satu sisi, thong dianggap cara terbaik untuk menyamarkan garis celana dalam 'tercetak' di celana yoga Anda. Tapi di sisi lain, thong ternyata bisa menggiring bakteri E.coli dari belakang bokong ke bagian depan selagi Anda bergerak.

Strip kain thong yang tipis akan menjadi jalan bagi bakteri dari anus ke vagina atau uretra.

"E. coli adalah bakteri paling umum dalam usus besar. Jika Anda memakai thong dan aktif secara fisik, E.coli akan berpindah," kata Dr. Jill M. Rabin kepada Huffington Post.

Sebagai solusinya, pilihlah celana dalam dengan bentuk biasa (bukan thong). Selain itu, pilih juga celana yang bisa membuat kulit Anda tetap bernapas, misalnya berbahan lycra dan katun, bukan sutra atau satin.

Sutra dan satin adalah bahan perangkap kelembapan. Ini memungkinkan bakteri tumbuh dan menginfeksi organ intim.

"Banyak orang yang mengatakan kepada saya bahwa mereka memakai celana katun tapi infeksi masih terjadi. Saya langsung mengatakan kepada mereka bahwa lapisan luar celana dalamnya pasti bukan katun," kata Dr. Shieva Ghofrany.

"Ini akan menghalangi daya serap katun sehingga kulit tak bisa bernapas. Akibatnya lebih banyak uap air yang terperangkap dan menyebabkan infeksi."

Usai olahraga, jangan lupa langsung ganti celana dalam. Jika tidak, maka akan meningkatkan risiko infeksi. Kelembapan akan meningkatkan risiko infeksi jamur.