Menyongsong 'Kematian' Skinny Jeans

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Minggu, 23/10/2016 04:56 WIB
Tren skinny jeans sudah berakhir dan posisinya digantikan dengan gaya denim yang lebih membumi dan mempromosikan kenyamanan. Tren skinny jeans sudah berakhir dan digantikan dengan celana yang lebih nyaman. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Celana jeans dengan kaki sempit bagai ujung pensil alias skinny jeans dianggap sebagai 'seragam' kaum hawa. Bentuknya yang ketat memeluk tubuh adalah simbol sensualitas. Menggunakan skinny jeans membuat wanita merasa cantik, langsing, dan punya kaki jenjang nan seksi.

Para selebriti dan publik figur pun tak lepas dari skinny jeans, dari Kate Moss hingga Kate Middleton, pernah terlihat mengunakan celana berpotongan menyempit di bawah tersebut.

Maka, wajar saja bila wanita di seluruh dunia, memiliki setidaknya satu atau dua pasang skinny jeans di lemari mereka.


Namun, kini para penguasa mode kembali berbicara: tren skinny jeans sudah berlalu.

Lalu, apa penggantinya?

Menilik runway-runway pekan mode utama, seperti New York, London, Milan dan Paris, jeans berpotongan ketat bagai kulit kedua memang semakin langka terlihat. Sebagai gantinya, denim hadir dengan potongan yang lebih membumi, mempromosikan kenyamanan.

Lihat saja koleksi Vetements dan Marques’ Almeida, dua label asal Inggris yang menyajikan koleksi denim 'off-duty'. Berbeda dengan denim yang kerap terlihat berat, koleksi mereka tampil ringan dan lembut.

Tidak hanya itu, ASOS melaporkan 'mom jeans' atau jeans longgar yang kerap digunakan para ibu untuk bekerja di rumah, semakin banyak dicari konsumen. Malah, melansir Independent, ASOS menjual 12 ribu pasang jeans longgar dan nyaman yang dibanderol dengan harga GBP35 atau Rp558 ribu, itu.

Khloe Kardashian pun ikut mempromosikan jenis jeans yang lebih nyaman dan ramah 'ukuran' ini, lewat lini denim terbarunya, Good American. Tidak seperti skinny jeans yang berukuran imut, koleksi denim Good American dihadirkan hingga ukuran jumbo, dari 0-24, dengan bentuk yang memeluk tubuh tanpa mengekangnya.

Sarah Young, editor mode Independent mengatakan wanita urban kini tidak lagi memusingkan penampilan sempurna. “Mereka ingin tampil nyaman,” kata dia.

“Tidak hanya itu, skinny jeans bisa dikatakan bukanlah tipe celana untuk semua orang, terkadang Anda bisa terlihat terlalu memaksakan diri saat memakainya,” terang Young.

Di sisi lain, skinny jeans juga terbukti tidak baik bagi kesehatan karena bisa menimbulkan penyumbatan sirkulasi darah di sekitar paha dan selangkangan, yang pada akhirnya menyebabkan varises.

“Tren skinny jeans mungkin akan kembali lagi, tapi sekarang ini, kaum wanita bergembira dengan kehadiran jeans yang lebih santai dan ramah bagi semua bentuk tubuh,” tulis Young. (les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK