Dalam festival seni budaya ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Pemerintah Kabupaten Lombok meminta penduduk dan pengunjung untuk selalu menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan di tiga kawan Gili itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penananam bibit pohon akan disebar di tiga Gili, yang akan melibatkan seluruh orang di sana,” ujar Faozal.
Yang juga tidak kalah menarik, festival ini akan menampilkan ritual budaya warga Lombok Utara yang disebut menyia atau menggarami.
Ritual ini mengisahkan tentang kearifan lokal warga Lombok Utara ketika mengetahui manfaat garam di Danau Gili Meno.
Menteri Pariwisara Arief Yahya mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat dilibatkan dalam penyelenggaraan Festival Pesona Gili Indah 2016.
“Tidak hanya aparat pemerintahan saja yang harus menjaga kelestarian lingkungan daerah wisata, namun juga penduduk dan pendatangnya,” kata Arief.
(ard)