Sebelumnya, wakil Indonesia harus puas dengan berada di posisi top 10. Namun penantian panjang tersebut akhirnya terbayarkan di tahun ini. Ika, panggilan akrab Ariska Putri Pertiwi menjadi Miss Grand International 2016 yang bertujuan untuk ikut menciptakan perdamaian dan menghentikan perang di dunia.
Perjuangan Ika tidaklah mudah. Dia harus bersaing dan mengalahkan 76 kontestan lain di West Gate Las Vegas Resort & Casino, Amerika, Selasa (25/10). Rasa bahagia atas kemenangan ini tak cuma dirasakan oleh Ika. Putri K. Wardani, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI) juga mengungkapkan rasa bahagianya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Best National Costume
Selain meraih juara pertama, Ika juga berhasil menyabet gelar Best National Costume. Untuk ajang tersebut, Ika menggunakan kostum nasional dengan tema Royal Sigokh dari Lampung.
Foto: Dok. Yayasan Puteri Indonesia |
Sigokh sendiri merupakan mahkota khas Lampung yang menjadi simbol keagungan budaya lokal yang dipakai oleh kebayan (pengantin) dan juga bangsawan.
Sigokh dibuat dari lempengan tembaga, kuningan, atau loham lainnya yang dicat dengan warna emas. Sigokh ini memiliki lekuk yang berjumlah 7-9. Keagungan Sigokh sangat menginspirasi wanita Indonesia untuk selalu menjaga kemurnian dan keagungan mahkota budaya ini. Mahkota sebagai lambang keagungan dan kehormatan seorang wanita. (chs)
Foto: Dok. Yayasan Puteri Indonesia