"Perdagangan aneka barang kerajinan bernilai seni hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali semakin sering masuk pasar China,” kata Ketut Wijaya, seorang pengusaha sekaligus eksportir di Denpasar, Jumat (4/11), seperti yang dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketut Wijaya yang sering melakukan promosi dengan mengikuti pameran ke mancanegara termasuk ke China dan Taiwan menilai bahwa, banyak hal yang perlu ditingkatkan agar barang buatan Bali tetap mampu bersaing memasuki pasar China.
"Konsumen di sana cukup potensial, namun mereka meminta barang berkualitas baik dengan harga murah, sesuai kondisi barang produksi pabrik di negeri itu. Maklum pembeli berbeda persepsi dengan pengusaha,” ujar Ketut Wijaya.
Pengusaha umumnya menginginkan untuk bisa meraup untung besar, sedangkan para konsumen menginginkan berbagai jenis barang berkualitas dan sesuai perkembangan zaman, tentu dengan harga murah sesuai kondisi ekonominya.
Ketut Wijaya menyambut baik promosi pariwisata yang semakin gencar dilakukan pemerintah ke China, karena akan berdampak besar terhadap peningkatkan perdagangan barang kerajinan yang sebagian besar merupakan industri rumah tangga di Bali.
(ard)