Tiga Cara Ampuh Tidur Nyenyak di Dormitory

Megiza, CNN Indonesia | Jumat, 11/11/2016 22:42 WIB
Tidur dengan beberapa orang di dalam ruangan yang sama sangat tidak mudah mengingat setiap orang punya kebiasaan tidur yang 'ajaib'. Ilustrasi. (Thinkstock/Choreograph)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi yang terbiasa tidur malam dengan nyaman sendirian ataupun berdua dengan pasangan di dalam kamar, maka menginap di barak, tenda, kabin atau mungkin rumah pengungsi, tentu dapat mengejutkan sistem tidur biasanya.

Hal seperti ini umumnya sering dihadapi oleh mereka yang senang berwisata solo. Lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruang sepanjang hari, membuat mereka lebih memilih tidur di penginapan dengan tipe kamar dormitory yang disediakan oleh guesthouse atau hostel.

Penghuni dormitory biasanya adalah beberapa orang yang belum saling mengenal sebelumnya. Isinya sekitar empat hingga sepuluh orang yang tidur dalam ruangan yang sama.


Di satu sisi, berbincang dengan tamu lain di dormitory menjadi hal yang menyenangkan dilakukan sebelum tidur. Namun tentunya ada beberapa kebiasaan 'ajaib' yang kadang kurang menyenangkan ketika semua tamu sudah tertidur.

Dilansir dari Sleep.org, ada tiga cara untuk membuat tidur lebih nyenyak di saat Anda harus melewati malam dengan orang-orang yang mempunyai kebiasaan seperti mendengkur, berbicara saat tidur ataupun resah dan membolak-balik badannya di atas kasur.

1. Ciptakan ketenangan

Suara di sekitar tempat penginapan seperti tamu yang mendengkur atau bunyi kendaraan di luar hostel tentu dapat mengganggu ketenangan. Menggunakan penyumbat telinga dapat menghambat gangguan-gangguan itu.

Sedangkan masker mata dapat menghalangi sinar lampu, jika ada tamu lain yang tidak dapat tidur dengan lampu yang padam. Selain itu, mendengarkan lagu-lagu klasik, tentunya dengan ear buds, dapat menjadi cara ampuh untuk membuat kantuk lebih cepat datang.

2. Berharap tak nyaman sebelum tidur

Tentu saja, seseorang akan melakukan apapun yang dia bisa untuk membuat dirinya nyaman saat tidur. Namun, menggeser sedikit harapan akan 'kenyamanan' itu di pikiran ternyata malah dapat membuat seseorang tidak mengalami stres sebelum tidur.

Hasilnya, gangguan-gangguan dari tamu lain akan lebih mudah diterima oleh pikiran Anda. Hal itu didapatkan karena kecemasan akan terganggu pada saat tidur karena tamu-tamu lain, malah semakin membuat sulit nyenyak.

3. Membuat 'kebiasaan' tidur malam

Sementara seseorang sudah mempunyai jadwal pasti memadamkan lampu ataupun bangun di pagi hari pada hari kerja, maka jam tidur di akhir pekan sering kali menjadi cerita yang berbeda.

Adalah salah jika seseorang tetap terjaga atau berpesta hingga pukul 01.00 pada Sabtu malam dan harus bangun pada pukul 05.00 pagi. Jam tidur seperti itu sama saja dengan menciptakan masalah pada Minggu malam.

Cobalah menjaga ritme sirkadian Anda dengan stabil, bahkan pada akhir pekan. Bagian terpenting adalah, hindari mengonsumsi kafein ataupun nikotin dan menggunakan alat elektronik empat jam sebelum waktu tidur.

(meg/meg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK