Wabah flu burung tersebut pertama kali muncul di dua peternakan unggas, di bagian utara dan pusat Korea Selatan. Mereka juga menemukan jejak virus H5N6 di kotoran burung yang tengah bermigrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, setidaknya lebih dari 62 ribu unggas dimusnahkan guna mencegah menyebarnya virus tersebut. Tidak hanya itu, pemerintah Korea Selatan juga menerapkan “Kontrol Pergerakan” yang membatasi pergerakan hingga 10 kilometer di sekitar area peternakan unggas.
Wabah flu burung terakhir di Korea Selatan terjadi pada Maret lalu, ketika virus H5N8 ditemukan di peternakan bebek dan menyebabkan lenih dari 11 ribu unggas dimusnahkan. (les)