Benda Sehari-hari Bisa Hasilkan Tes Narkoba Positif

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Senin, 21 Nov 2016 13:40 WIB
Beberapa senyawa yang dapat membuat hasil tes narkoba positif ternyata ada dalam benda-benda keseharian. Ilustrasi: Beberapa senyawa yang dapat membuat hasil tes narkoba positif ternyata ada dalam benda-benda keseharian, macam antibiotik dan obat flu. (KaboomPics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengujian urine untuk mengetahui apakah seseorang menggunakan narkoba atau tidak mulai banyak diterapkan dalam penyaringan karyawan baru. Beberapa instansi yang menggunakan pengujian ini adalah lembaga pemerintahan.

Karena sifatnya mendeteksi keberadaan senyawa narkotika tertentu dalam urin, pengujian ini dapat menipu bila Anda tidak hati-hati dalam memperhatikan senyawa kimia yang masuk ke tubuh sehari-hari.

Beberapa senyawa yang dapat membuat hasi tes narkoba positif, menurut Live Science, ternyata ada dalam benda sehari-hari, berikut ini:

1. Obat Flu

Rasanya akan sangat menyebalkan bila dokter atau penyidik narkoba mencurigai Anda menggunakan obat-obatan hanya karena kandungan dalam obat flu. Namun kejadian ini sangat mungkin terjadi.

Menurut sebuah penelitian pada 2010, beberapa senyawa yang terkandung dalam obat flu dapat mengacaukan pengujian amfetamin sehingga mengeluarkan hasil positif menggunakan narkoba.

Beberapa senyawa dalam obat flu adalah brompheniramine yang merupakan senyawa bersifat antihistamin. Antihistamin sendiri merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi reaksi atau gejala alergi. Selain itu, antihistamin juga dapat digunakan mengatasi vertigo dan insomnia.

Pengujian terdahulu pada 2008 bahkan menemukan fakta bahwa penggunaan inhaler sebuah label terkenal dapat membingungkan pengujian amfetamin. Hal ini disebabkan inhaler tersebut mengandung levomethamphetamine yang merupakan 'cerminan' dari methamphetamine.

Namun penelitian itu mengatakan tes narkoba yang lebih canggih dapat membedakan methamphetamine dan senyawa kimia lain dalam inhaler.

2. Antibiotik

Bila anda berada sedang mengonsumsi obat-obatan termasuk antibiotik dari dokter Anda, maka ada baiknya memperhatikan kandungan antibiotik yang diberikan. Kandungan senyawa tertentu seperti rifampisin dan fluoroquinolones dapat memberikan hasil positif dalam pengujian opiate atau morfin.

Dalam satu kasus pada 2002, seorang anak tujuh tahun di Lebanon yang mengunjungi rumah sakit dinyatakan positif dalam pengujian opiate. Baru kemudian diketahui bahwa kandungan rifampisin yang ia konsumsi mengacaukan pengujian opiate.

3. Sabun Bayi

Tidak ada yang menyangka dalam sebuah pengujian pada 2012 lalu, bayi-bayi yang baru lahir di sebuah rumah sakit terbukti positif memiliki kandungan ganja dalam urine mereka.

Setelah diselidiki, ternyata kandungan senyawa kimia dalam sabun bayi yang digunakan rumah sakit tersebut untuk membersihkan bayi baru lahir mengandung senyawa kimia pembuat hasil positif pada uji narkoba.

Senyawa tersebut ternyata ada pada banyak sabun bayi label besar seperti Johnson & Johnson Head to Toe Body Wash, J&J Bedtime Bath, CVS Night-Time Baby Bath, Aveeno Soothing Relief Creamy Wash, dan Aveeno Wash Shampoo.

Sabun-sabun tersebut menimbulkan hasil positif pada pengujian THC, komposisi aktif dalam ganja. Para peneliti belum mengetahui mengapa senyawa kimia pada sabun bayi menyebabkan pengujian THC jadi positif.

Para peneliti menduga bahwa beberapa senyawa kimia dalam sabun bayi memiliki struktur kimiawi mirip dengan THC, atau senyawa kimia itu mengubah cara kerja pengujian. Sedangkan mengapa terdapat pada urine bayi, para peneliti menduga sisa sabun yang ada di kulit kelamin tersapu urin saat pengujian berlangsung.

4. Ibuprofen

Ibuprofen bukan hanya tidak direkomendasikan dikonsumsi saat demam, namun juga ketika akan menjalani sebuah tes narkoba.

Dalam sebuah penelitian pada 1990 silam, 60 orang mengambil ibuprofen dengan dosis berbeda-beda. Dan pada responden dengan dosis tertinggi yaitu 1.200 miligram per hari, ia dinyatakan positif mengandung cannabinoid yaitu senyawa dalam ganja.

Sedangkan pasien lain, teruji positif mengandung barbiturate yang biasa ada di obat tidur dan anti-kecemasan. Para peneliti kemudian menyimpulkan peluang hasil palsu setelah mengonsumsi ibuprofen.

5. Tonic Water

Sebagian orang menyukai menikmati tonic water dingin sebagai teman saat bercengkerama. Namun ternyata tonic water mengandung sedikit kandungan kina, senyawa yang biasa digunakan untuk mengatasi malaria.

Masalahnya, kina kadang dicampur dengan narkotika ilegal. Sehingga, temuan kina dapat menjadi indikator dari penggunaan obat-obatan ilegal.

Dalam catatan penelitian Brown Univeristy di Rhode Island menemukan bahwa pengujian narkoba melalui urine menunjukkan hasil positif dari kina setelah konsumsi air tonik dalam beberapa minuman campuran.


(vga/vga)
TOPIK TERKAIT
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER