Mereka melakukan serangkaian penghitungan akurat untuk mendesain sebuah mesin kopi yang nantinya bisa menghasilkan perfect cup of drip coffee. Penelitian ini dipublikasikan dalam SIAM Journal of Applied Mathematics.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ide kami secara keseluruhan adalah untuk mendapatkan model pembuatan kopi sesuai matematika dan bisa diterapkan untuk merancang mesin kopi, seperti teori tentang cairan dan mekanik solid yang dipakai untuk merancang mobil balap," kata William T. Lee, salah satu ahli matematika yang terlibat dalam penelitian.
Dalam dunia kopi, diketahui bahwa biji kopi yang digiling terlalu halus akan menyebabkan over-ekstraksi. Hasilnya, kopi akan terasa sangat pahit. Studi terebut melihat dan meneliti soal pengaruh ukuran butiran kopi dan produk akhir kopinya.
Studi tersebut juga diklaim bisa membantu para peminum kopi untuk berpikir soal proses ekstraksi kopi, berapa banyak kopi yang mereka ingin produksi berdasar ukuran butiran kopi.
Studi ini juga diklaim bisa digunakan untuk mengoptimalkan mesin kopi dari sudut pandang industri.
Perhitungan selanjutnya yang dilakukan adalah dengan memperhitungkan bentuk coffee bed saat air kopi mengalir melalui filter.
"Coffee bed akan berubah bentuk seiring proses penyeduhan kopi. Ketika mulai masuk mesin, kopi akan berada di bagian paling bawah yang datar di filter, tapi pada akhirnya (saat penyeduhan), kopi akan melapisi seluruh bagian dinding filter. Ini tampaknya juga memainkan peran tentang rasa akhir kopi yang diminum." (chs)