Pemerintah kota Asisi, yang terletak di pusat Italia, melihat hal itu sebagai potensi pengembangan wisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisatawan hanya tinggal datang kembali ke hotel yang diinapi setelah bayi lahir, sekaligus membawa sertifikat kelahiran.
Pilihan hadiah yang akan diberikan berupa pengembalian biaya menginap saat berbulan madu atau menginap gratis.
Tak hanya untuk memopulerkan wisata bulan madu, kampanye ini juga dikenalkan untuk meningkatkan kembali angka kesuburan di Italia, yang semakin menurun sejak 50 tahun terakhir.
Sebagai negara dengan angka kesuburan terendah di kawasan Eropa dan dunia, Italia selalu mendorong penduduknya untuk beranak pinak.
Sebelum Fertility Room, Italia telah melakukan kampanye bertema sama, yang dianggap oleh sebagian orang sangat kontroversial.
Kota Asisi ialah merupakan kota yang cukup sakral, karena sebagian besar penduduknya masih menganut tradisi dari agama Katolik.
Dikutip dari The Local Italy, sejumlah kelompok wanita Italia juga mengkritik kampanye tersebut. Mereka berpendapat kalau pemerintah Italia hanya ingin penduduknya memiliki anak tanpa memberi fasilitas yang layak untuk menopang anak tumbuh besar.
Di tengah maraknya protes, hingga saat ini kampanye Fertility Room masih terus berlangsung.
(ard)