Kisah Fat to Fit sudah dimulai sejak awal tahun ini, dan kini penonton video tersebut bisa melihat sendiri transformasi bintang film PK ini ‘menggerus’ 25 kilogram bobotnya. Tak ada lagi dad bod, perut buncit seperti kebanyakan para ayah, berganti dengan tubuh berotot.
Transformasi ekstrem yang dilakukan Khan bukannya tanpa alasan. Ini merupakan bagian dari konsekuensinya menerima peran dalam biopik Mahavir Singh Phogat, wrestler amatir dan pelatih kaliber Olimpiade yang dianugerahi Dronacharya Award oleh Pemerintah India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain keduanya, juga terlibat ahli diet Dr. Nikhil Dhurandhar. Demi beroleh tubuh berotot, setiap hari Khan mengonsumsi banyak makanan gurih dan manis, dari brownies, samosa, cokelat, eks krim sampai cake, dari 1.800 kCal sampai 2.500 kCal.
“Belakangan ini, orang-orang menggunakan metode baru, pola diet berbeda,” kata Khan, dikutip Indian Express. “Saya tetap berpatokan pada sistem penghitungan kalori. Dengan diet ini, 50 persen menurunkan berat badan, 25 persen latihan kebugaran dan 25 persen istirahat."
Jadi kuncinya, menurut Khan, adalah diet seimbang. “Konsumsi 20 persen kalori dari lemak sehat, 30 persen kalori dari protein dan 50 persen kalori dari karbohidrat,” kata Khan seraya menegaskan mitos menghindari kalori yang dilakukan banyak orang yang ingin langsing.
Justru, diyakini Khan, karbohidrat memberikan energi tubuh, juga glukosa otak. Secara efektif, disebut diet seimbang. “Sekarang, jika ingin menurunkan berat badan, anda harus menurunkan kadar kalori. Saya biasa mengonsumsi 2.500 kCal per hari dan berlatih keras.”
[Gambas:Youtube] (vga/vga)