Beberapa waktu lalu, Tommy sempat mengungkapkan bahwa desainer sepatutnya bangga jika bisa mendandani Ibu Negara. Tak hanya itu, Tommy juga menyatakan bahwa sosok Melania dan Ivanka Trump adalah sosok sempurna di dunia fesyen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sophie Theallet adalah desainer pertama yang memboikot segala kesempatan untuk mendandani istri Presiden Amerika Serikat terpilih itu. Bahkan, ia menulis surat terbuka mengutuk kemenangan Trump.
Sementara beberapa desainer mengatakan alasan penolakan tersebut sepenuhnya berbau politis, yang lain beralasan karena penampilan pribadi Melania. Tom menyiratkan dan menolak tawaran untuk Melania sejak tahun lalu.
Melania memiliki ciri khas tampilan 'power-dressing', dengan gaun ketat, koleksi sepatu Louboutin, dan tas tangan mahal.
Penampilan tersebut menimbulkan banyak pendapat berbeda di kalangan elit mode. Banyak yang menilai glamor yang Melania tunjukkan tidak cocok dengan kecantikan alami dan effortless style yang selama ini ada.
Namun bagi Tom, penolakan itu bukan hanya untuk Melania, bahkan juga untuk Hillary Clinton bila ia menang. Menurut Ford, seorang Ibu Negara tidak harus mengenakan karyanya.
"Koleksi saya terlalu mahal," kata Tom yang memiliki harta koleksi rata-rata US$3000 atau Rp40 juta.
"Saya tidak bermaksud buruk. Ini terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah citra. Menurut saya, untuk merasa terhubung dengan orang lain, mereka tidak perlu harus mengenakan semahal itu," kata Tom.
Namun Tom mengelak ketika ia ditanya tentang alasan mendandani Michelle Obama saat mengunjungi Buckingham Palace untuk makan malam bersama Sri Ratu.
Menurut Tom, tindakan dia saat itu adalah bentuk apresiasi. Sebagai penduduk London, ia merasa tindakan tersebut masuk akal ia lakukan.
Melania selama masa kampanye menemani Donald Trump mengenakan berbagai dress koleksi Gucci, Roksanda, dan Ralph Lauren. Namun beberapa desainer 'menggosipkan' Melania memilih koleksi stok dibandingkan memesan secara khusus kepada desainer. (chs/vga)