Transisi perubahan iklim ini juga sudah ditandai dengan adanya perubahan temperatur yang semakin memanas. Pemasan global memang dianggap bisa membawa banyak masalah untuk kehidupan di bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti memprediksikan bahwa seiring memanasnya bumi, perkebunan wine tradisional seperti di Argentina, Chili, dan California juga akan terlalu panas bagi pertumbuhan anggur.
Hal ini membawa berita baik bagi Inggris. Pasalnya, peneliti mengungkapkan bahwa seiring pemanasan global, Inggris akan menjadi produsen wine penting di dunia.
Mengutip The Daily Meal, penelitian yang dilakukan oleh Laithwaite's Wine mengevaluasi bagaimana perubahan temperatur bisa berdampak pada produksi wine di tahun 2100. Peneliti sampai pada sebuah kesimpulan bahwa ketinggian daerah akan sangat cocok untuk pembuatan wine.
"Iklim adalah faktor yang sangat penting untuk kultivasi anggur," kata penulis studi Mark Maslin, seorang profesor di University College London.
"Studi ini bisa menjadi sinyal bagaimana kita berpikir jangka panjang soal produksi wine Inggris, sekaligus menggambarkan peta wine dunia di masa depan." (chs)