Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo usai pertemuan bersama mitra bisnis dan agen travel di Mumbai, India, Selasa (13/12).
“Dengan market landscape India khususnya Mumbai yang menunjukan potensi yang menjanjikan, kami optimis dapat memenuhi tingkat keterisian penumpang di atas 80 persen pada minggu pertama beroperasinya layanan rute Jakarta–Mumbai yang dilayani melalui transit di Bangkok tersebut,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Mumbai merupakan salah satu hub penerbangan terpadat di India dengan berbagai konektivitas destinasi yang strategis, lebih dari 90 destinasi di India dan dunia.
Arif menambahkan, sejalan dengan tren pertumbuhan penumpang, pihaknya berusaha melayani penerbangan secara langsung (direct flight) baik melalui basis hub Jakarta dan Denpasar, ke destinasi strategis di India.
Dia mengatakan, Garuda Indonesia berupaya memaksimalkan basis konektivitas antarkedua negara. Dengan demikian, hubungan bilateral antara Indonesia dan India dapat diperkuat melalui berbagai peningkatkan aktivitas perekonomian, pariwisata, serta sosial budaya.
Sementara itu, Asisten Deputy Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Vincensius Jumadu mengatakan, dengan dibukanya layanan penerbangan Garuda ke Mumbai, pihaknya memproyeksikan kontribusi peningkatkan jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia hingga 1 juta penumpang pada 2017 mendatang.
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Lucky R) |
Rute penerbangan ini juga sejalan dengan program yang dijalankan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata yang tengah mendorong peningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dunia ke Indonesia, dalam hal ini khususnya wisatawan dari India.
Penerbangan Jakarta – Mumbai vv (via Bangkok) tersebut juga merupakan bagian dari program pengembangan jaringan (network) penerbangan Garuda Indonesia di kawasan Asia, khususnya di kawasan Asia bagian selatan (Mumbai).
Mumbai merupakan salah satu pusat perekonomian tersibuk di India, dan memiliki Gross Domestic Product (GDP) tertinggi dari kota manapun di Asia Selatan, Barat, atau Tengah.
Dengan dilayaninya penerbangan Jakarta-Mumbai vv (via Bangkok) tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan yang beragam bagi masyarakat India yang hendak bepergian ke beberapa kota besar di Indonesia, khususnya ke Jakarta, Denpasar, Surabaya dan Medan.
Kini masyarakat di India dapat dengan mudah untuk mengakses penerbangan ke Indonesia melalui kota Jakarta, dengan waktu transit yang begitu singkat di Bangkok.
Selain India, Garuda Indonesia juga telah melayani penerbangan dari Jakarta ke berbagai negara di kawasan Asia lainnya, di antaranya ke Singapura, Malaysia (Kuala Lumpur), Thailand (Bangkok), China (Beijing, Guangzhou, Shanghai), Korea Selatan (Seoul), Jepang (Tokyo, Osaka) dan Arab Saudi (Jeddah, Madinah). (pmg/pmg)
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Lucky R)