Apalagi ayam saus soya termasuk salah satu makanan yang bisa dengan mudah didapat di Singapura. Jadi buat apa membuang-buang waktu di kedai milik chef Chan Hon Meng?
Namun sebenarnya mengantre sepiring ayam saus soya ala chef Chan tergolong cukup berharga. Seporsi ayam saus soya buatannya dijual dengan harga terjangkau, sekitar SGD4 atau sekitar Rp38 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayam Saus Soya Istimewa
Pada pertengahan Desember lalu, di pengujung penantian Natal, 74 kursi di kedai Liao Fan Hong Kong Soya Chicken Rice & Noodle milik Chan terisi penuh. Di luar kedai, antrean mengular tiga saf. Kedai itu belokasi di Smith Street, jantung Chinatown di Singapura.
Mayoritas pengunjung yang merupakan turis asing harus menghabiskan setidaknya 40 menit untuk mendapat giliran masuk ke kedai Liao Fan Hong Kong.
Penggantungan ayam akan membuat minyak ayam turun dan menyisakan kulit yang garing serta penuh aroma. (CNN Indonesia/Abraham Utama) |
Usai terbebas dari antrean 'penunggu meja' tak berarti Anda bakal segera menikmati potongan ayam dengan kulit bersemu kemerahan dan garing ini. Pengunjung harus mengantre lagi setidaknya 15 menit untuk sampai ke mesin pemesanan berlayar sentuh. Seorang pegawai kedai akan memandu Anda memilih menu.
Liao Fan menawarkan empat pilihan protein, selain ayam saus soya, terdapat babi barbeque (char siew), babi panggang, dan iga babi panggang.
Empat sajian tersebut ditawarkan dengan tiga pilihan karbohidrat, yaitu nasi putih, mi kuning, dan kwetiau alias mi putih berbahan dasar tepung beras (hor fun).
Liao Fan juga menawarkan empat panganan pendamping berupa tumis sayuran hijau, tumis taoge, tahu goreng saus asam manis khas Thailand, dan sup pangsit. Uniknya, Chan menghargai semua side dish itu SGD1 lebih mahal dari sajian khas di kedainya. Makanan pendamping ini dihargai SGD5.
Setelah menyelesaikan pemesanan dan pembayaran, pelayan kedai memberikan pengunjung sebuah pager yang memuat nomor antrean pengambilan makanan. Saat gawai lawas berdering, itu pertanda pesanan Anda siap diambil dan dinikmati.
Faktanya, sepiring ayam saus soya kreasi Chef Chan memang tidak mengecewakan kala disantap setelah berjuang melepaskan diri dari antrean panjang.
Seporsi ayam saus soya dengan tambahan mi kuning tipis terlihat sangat menggoda selera. Tak ada hiasan berlebihan dan mewah seperti makanan di restoran Michelin lain. Ayam dan mi hanya disajikan di atas piring persegi berwarna putih bersih. Kedai ini lebih mengandalkan rasa dibanding hal lain.
Ayam saus soya terasa sangat menggoda dengan resapan bumbu yang pekat. (CNN Indonesia/Abraham Utama) |
Proses marinasi ayam dengan saus soya membuat rasanya semakin dalam dan meresap. Untuk menghasilkan rasa yang enak, Chan juga memanggang ayamnya dengan suhu yang rendah dan lama. Rasa manis ayam mendominasi, tapi tidak berlebihan karena diimbangi sisi gurih.
Ayam saus soya dan pilihan karbohidrat diperkaya beberapa sendok sari pati ayam hasil pemanggangan. Daging ayamnya terasa sangat lembut di dalam, namun cukup garing di luar. Hal ini didapatkan dari proses 'penjemuran' ayam selama beberapa jam.
Penggantungan ayam akan membuat minyak ayam ini turun dan menyisakan kulit yang garing serta penuh aroma.
Untuk meningkatkan gairah bersantap, sambal belacan yang cukup pedas juga ditambahkan di sisinya.
Makanan Pendamping Lain
Sajian menu pendamping lain di kedai Chan ini juga tak kalah menggoda dengan ayam saus soya. Kali ini yang jadi pilihan adalah Thai style tofu.
Masakan tersebut terbuat dari tahu sutra yang digoreng dalam minyak bersuhu tinggi yang dicampur dengan tumisan buah. Tahu yang digoreng dalam minyak panas ini menghasilkan tekstur garing di luar namun kelembutannya tetap terjaga.
Sajian tahu ala Thailand ini pun tak boleh dilewatkan. (CNN Indonesia/Abraham Utama) |
Cita rasa menu yang dijajakan Hawker Chan membuat pelengkap hidangan berupa acar cabai dan saus cabai tak berarti.
Rencana Jangka Panjang
Saat Michelin memberikan titel satu bintang kepadanya, Chef Chan baru mengelola satu kios di lantai dua Chinatown Food Complex. Lokasinya ada di seberang restoran berpendingin udara pertamanya.
Di food court itu, kios Chef Chan adalah satu dari ratusan kios yang menyajikan santapan khas daratan China bagian selatan.
Kios Liao Fan di Chinatown Food Complex merupakan kedai pertama Chef Chan. Kedai tersebut adalah satu dari ratusan kedai masakan khas Canton di pertokoan yang berada di jantung Chinatown Singapura. (CNN Indonesia/Abraham Utama) |
Hersing Culinary telah membawa Tim Ho Wan ke berbagai belahan dunia, termasuk satu kedai pertama mereka di New York yang dibuka pada 16 Desember 2016. Tim Ho Wan pun memiliki dua gerai di Indonesia.
Liao Fan Hong Kong akan segera memulai perjalanan global mereka. Mengutip Strait Times, Chef Chan telah menyatakan niat menjadikan ayam saus soya kreasinya sebagai sajian ayam terpopuler ke-dua di dunia setelah Kentucky Fried Chicken. (vga)
Penggantungan ayam akan membuat minyak ayam turun dan menyisakan kulit yang garing serta penuh aroma. (CNN Indonesia/Abraham Utama)
Ayam saus soya terasa sangat menggoda dengan resapan bumbu yang pekat. (CNN Indonesia/Abraham Utama)
Sajian tahu ala Thailand ini pun tak boleh dilewatkan. (CNN Indonesia/Abraham Utama)