Selama dua dekade, Fabric menjadi tujuan utama para pecinta musik drum and bass, tekno dan house. Penutupan sementara Fabric dikarenakan kasus tewasnya pengunjung berusia belasan tahun yang diduga overdosis narkoba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Crossley diketahui juga menenggak narkoba yang dibelinya setelah ia berada di dalam. Bukti itu diketahui setelah penyelidik menemukan butiran pil haram di dalam pakaian dalamnya.
“Crossley meninggal karena keracunan. Ini kasus yang serius,” kata salah satu penyelidik, Mary Hassell.
Setelah izin beroperasinya dicabut, manajemen Fabric berusaha menggalang dukungan dari masyarakat London untuk dapat meyakinkan polisi dan pemerintah kota agar dapat beroperasi kembali.
Manajemen Fabric juga berusaha untuk memperketat keamanan lokasinya dari isu narkoba.
Sang manajer, Luke Laws, mengatakan kalau salah satu usaha memperketat keamanan tempat usahanya ialah dengan memperbanyak kamera CCTV dan petugas keamanan di dalam dan di luar Fabric.
Fabric menjadi salah satu kelab malam legendaris di dunia. Banyak DJ terkenal yang sudah menggoyang lantai dansa di sana.
Hingga saat ini, tercatat kalau kelab malam yang berada di kawasan pengolahan daging itu telah dikunjungi oleh enam juta orang.
(ard)