Menurut dokter kecantikan, masker yang dipakai terlalu lama justru menghilangkan kelembaban alami wajah. Sedangkan selama ini, banyak orang memperlama pemakaian masker dengan dalih mendapatkan hasil yang maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, bila dipakai melebihi waktu yang dianjurkan, masker akan bersifat sebaliknya.
Sementara terkait jenis masker yang dapat digunakan semalaman atau sleeping mask, Kardiana menjelaskan masker tersebut mengandung kadar pelembab yang lebih tinggi, sehingga tidak membahayakan kulit.
Kardiana mengatakan, selama masker digunakan sesuai dengan anjuran durasi pemakaian maka frekuensi menggunakan masker bukan jadi soal.
Tapi, untuk masker dengan fungsi berat seperti untuk mengencangkan kulit, pemakaian setiap hari tidak disarankan.
"Kalau hanya untuk melembabkan saja tidak apa-apa. Tetapi jika komposisi masker terlalu berat, dua kali dalam sepekan saya rasa cukup,"
Lebih lanjut ia menjelaskan sebelum memakai masker ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kulit yang sedang mengalami peradangan atau iritasi sebaiknya tidak menggunakan masker.
Jika tetap ingin menggunakan, Kardiana menyarankan untuk memilih bahan yang ringan dan tidak menambah iritasi, seperti menggunaan sumber alami.
Bila masker ternyata menggunakan bahan kimia, ada baiknya mengetes terlebih dahulu di bagian ujung telinga. Bagian ini adalah daerah kulit paling sensitif sehingga bila terjadi iritasi, akan dapat segera diketahui.
Kedua, jenis kulit juga menjadi faktor pertimbangan selanjutnya.
Kardiana mengatakan bagi yang memiliki kulit rentan berjerawat harus selektif dalam memilih jenis masker. Masker dengan kandungan lidah buaya dapat menjadi pilihan mereka yang kerap bermasalah dengan jerawat.
(okt/ard)