Kampanye “Revolusi Toilet” dimulai tahun ini, dengan investasi dalam jumlah besar di wilayah otonomi Tibet guna meningkatkan kondisi kesehatan dan kunjungan wisatawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toilet yang dibangun akan disesuaikan dengan standar nasional, yaitu memiliki tembok, pintu, atap dan jendela, dan setidaknya seluas dua meter persegi.
Selain kondisinya, air yang mengalir di dalamnya juga harus bersih, dengan tangki penampungan di dalam tanah.
Direktur Departemen Pembangunan Perkotaan-Pedesaan dan Perumahan Tibet, Sonam Nyima, mengatakan kalau pembenahan toilet juga akan dibarengan dengan penanganan sampah.
“Pengolahan sampah harus sejalan dengan keperluan perlindungan lingkungan hidup dan menjamin tak ada kerusakan lingkungan hidup,” kata Sonam, seperti yang dikutip dari Xinhua pada Kamis (12/1). (ard)