Salah satu solusi yang diambil pemerintah ialah dengan membangun terowongan bawah tanah, tepat di bawah monumen tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan terowongan bawah tanah sepanjang 2,8 kilometer itu diperkirakan akan menelan dana sekitar US$3 miliar.
Setelah terowongan dibangun, pemerintah berharap kalau wisatawan tak akan lagi terganggu dengan klakson mobil saat sedang menikmati bentuk Stonehenge.
Walau Stonehenge nantinya akan lebih senyap, namun kelompok arkeolog berpendapat kalau pembangunan terowongan itu akan merusak kontur tanah dan bangunan di atasnya.
“Stonehenge ialah salah satu objek wisata pra-sejarah di dunia. Kita harus memikirkan akibat jangka panjang dari pembangunan ini,” kata Mike Heyworth, Direktur Council for British Archeology, seperti yang dikutip dari The Guardian.
“Nilai objek wisata sejarah ini sangat penting bagi perkembangan arkeologi, namun tak banyak yang mengerti kondisinya,” lanjutnya. (ard)