Melansir Rocket News 24, cokelat kimono itu diberi nama Chocolat de Kissho yang berarti cokelat dengan pola kissho atau pola yang umumnya ada pada kimono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Yoshikawa merupakan pelukis kimono kenamaan. Dia juga kepala desain dan warna dari Yozhiwa Sensho, sebuah perusahaan yang berbasis di Kyoto dengan sejarah lebih dari 115 tahun dalam menggambar gaya yuzen.
[Gambas:Instagram]
Kombinasi keduanya menghasilkan desain kimono yang detil dan indah pada sebuah cokelat kotak. Keduanya membuat beberapa pilihan rasa yang identik dengan masyarakat Jepang.
Beberapa rasa tersebut adalah natural, miso putih, teh hijau, sakura, framboise, kuro-shichimi (campuran tujuh rempah-rempah hitam), sake Jepang, dan yatsuhashi, manisan asal Kyoto berisi lembaran beras ketan tipis yang mengitari adonan kacang manis.
Bukan hanya sebagai kudapan, pemilihan desain kissho dari kimono juga punya makna tersendiri.
Kissho dianggap oleh masyarakat Jepang sebagai lambang pembawa keberuntungan. Sehingga pembuat cokelat kimono ini berharap pelanggan bukan hanya beruntung menikmati rasa cokelat yang lezat namun juga dapat membawa keberuntungan dalam hidup.
Cokelat kimono ini dijual dalam kotak yang didesain khusus dengan harga 1.500 yen (sekitar Rp176 ribu) untuk sebuah kotak berisi tiga keping cokelat kimono.
Namun bila ingin mendapatkan satu paket lengkap berisi delapan potong cokelat kimono, harga yang dipatok adalah 3.600 yen (sekitar Rp422 ribu).
[Gambas:Instagram] (end/end)