Tujuan mereka antara lain ke Australia, Selandia Baru, Inggris, Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, dan Indonesia.
Baca juga:Festival Lentera Sambut Imlek di London |
Di Indonesia, daerah yang menjadi tujuan utama ialah Bali dan Batam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amelia, salah satu wisatawan lokal yang ingin berlibur di Bali pada akhir pekan ini, mengaku beruntung telah memesan tiket penerbangan dan tempat penginapan sejak jauh-jauh hari.
“Saya sudah beli tiket pesawat sejak awal Januari dan memilih berangkat di hari Kamis supaya harganya lebih murah. Saya dapat tiket Jakarta-Bali seharga Rp450 ribuan. Tapi, teman saya yang baru memesan dua minggu setelah saya malah dapat harga dua kali lipatnya,” kata Yasmine kepada CNNIndonesia.com.
"Sama seperti tiket, tempat penginapan di kawasan favorit, seperti Seminyak, Kuta, dan Canggu sudah banyak yang habis dipesan. Saya lalu memilih untuk menginap di kawasan Ubud," lanjutnya.
Berwisata di kawasan perairan memang menjadi pilihan banyak wisatawan China. Data dari salah satu agen perjalanan di sana mencatat kalau jumlah wisatawan yang pergi ke negara yang memiliki kawasan perairan, seperti Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan, naik tiga kali lipat pada 2016.
Hingga akhir tahun lalu, jumlah wisatawan China yang melakukan perjalanan wisata sebanyak 122 juta orang. Jumlah tersebut membuat wisatawan China berada dalam urutan teratas dalam daftar wisatawan dunia yang gemar berwisata sepanjang tahun lalu.
Total jumlah pengeluaran wisatawan China selama berlibur mencapai US$109,9 juta (sekitar Rp1,4 triliun) sepanjang 2016. Negara yang didatangi pun banyak mendapat berkah dari kunjungan tersebut.
(ard)