Perusahaan penerbangan terbesar di dunia itu mengatakan kalau fasilitas tersebut ditiadakan karena semakin banyak penumpang yang tidak menggunakannya, dan memilih untuk menggunakan alat yang dibawanya sendiri, seperti telepon genggam, tablet, dan komputer jinjing.
Jadi, ketiadaan fasilitas hiburan akan membuat maskapai tersebut mengurangi biaya. Sebagai gantinya, mereka akan menyediakan fasilitas internet tanpa kabel yang berbayar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Telegraph, sebuah maskapai harus menghabiskan dana sekitar Rp40,1 miliar untuk membangun fasilitas hiburan dalam satu pesawatnya.
Sebelum American Airlines, maskapai lain seperti Jetstar, Virgin Australia, dan WestJet, juga telah meniadakan fasilitas hiburannya.
(ard)