Setelah Beruang, Kini Kera Ekor Panjang Jadi Sorotan Dunia

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 02/02/2017 00:53 WIB
Setelah Beruang, Kini Kera Ekor Panjang Jadi Sorotan Dunia Ilustrasi: Kera ekor panjang jadi perhatian dunia karena terekam dijual bebas tanpa izin. (Pixabay/DaniRevi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah kasus beruang Kebun Binatang Bandung menjadi pembicaraan di dunia mata, kini kera ekor panjang yang diperbincangkan banyak orang di dunia. Sebuah video berisi perdagangan kera ilegal jadi viral di dunia maya.

Video tersebut diunggah oleh kelompok peduli satwa Yayasan Scorpion di facebook pada akhir Januari lalu. Video tersebut memperlihatkan kera ekor panjang dirantai di leher dan dijual secara bebas di Pasar Satwa Liar Satria, Bali.

Kera-kera itu memiliki ruang gerak yang terbatas dan tidak mendapatkan akses air minum. Video itu diambil pada Sabtu (28/1) saat tim investigator Scorpion berkunjung ke Pasar Satwa Satria tersebut.


Menurut Deputi Direktur Program Scorpion Marison Guciano, perdagangan kera itu ilegang karena penangkapan dilakukan di hutan dan tanpa izin.

"Pengangkutan satwa liar ke pasar satwa juga dilakukan tanpa kelengkapan surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri (SATS-DN) dari BKSDA," kata Marison melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (31/1).
Video itu sudah ditonton lebih dari 75 ribu kali dan disebarkan lebih dari dua ribu orang. Beragam komentar yang menunjukkan kemarahan netizen dan menginginkan agar satwa itu dikembalikan ke habitatnya.

"Ini membuat saya sangat marah. Siapa yang membuat mereka berhak melakukan hal itu terhadap satwa tersebut. Mereka tidak memiliki kera itu. saya ingin merantai mereka seperti mereka merantai kera itu dengan kejam," tulis akun bernama Christine Quennell.

Yayasan Scorpion juga membuat petisi melalui change.org yang ditujukan untuk Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar.

Petisi itu berjudul 'Release all wildlife at Satria Market in Bali and send them back to their natural habitat'. Petisi itu sudah ditandatangani lebih dari empat ribu orang.
Video itu juga menarik perhatian media internasional seperti Daily Mail. Tulisan di Daily Mail itu bahkan sudah disebarkan sebanyak lebih dari dua ribu orang.

Selain kera ekor panjang juga terdapat satwa lainnya yang diperjualbelikan ilegal di Pasar satria, diantaranya musang dan burung.

Marison mengatakan Pasar Satwa Liar itu sudah seharusnya ditutup. Dia mengaku sudah menyuarakan penutupan pasar tersebut sejak tahun lalu.

(end/les)


ARTIKEL TERKAIT