Untuk menjaga kualitas tas agar tetap awet, serangkaian perawatan tetap perlu dilakukan. Ervina Ahmad, seorang desainer tas, mengatakan menjaga sebuah tas berbahan kulit dan kain tenun tidak cukup dengan disimpan di lemari.
Desainer tas yang sering memadukan kain tradisional Indonesia dalam karyanya ini menyarankan tidak menyimpan tas dalam kantung plastik biasa.
Lihat juga:Gaya Centil Tas Berbalut Kain Etnik |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan ada baiknya menggunakan pembungkus berbahan kain tipis sehingga menjaga sirkulasi udara. Hindari pembungkus berbahan katun karena dirasa terlalu tebal dan sulit mengalirkan udara.
Ervina menjelaskan meskipun bahan kulit dan kain tenun mampu bertahan hingga puluhan tahun, perawatan yang tidak tepat juga dapat merusak permukaan bahan. Dalam membersihkan tas, wanita berhijab itu mengatakan cukup menggunakan kain halus dengan air.
Lihat juga:Pikat Ikat Pusaka Maumere |
Meskipun banyak mitos yang menyatakan bahan kulit dapat dibersihkan dengan minyak kayu putih, body lotion, dan sebagainya, Ervina menyarankan sebaiknya cukup menggunakan air guna menghindari kerusakan kulit tas.
Alternatif lain, pembersih khusus tas yang dijual di toko spesialis pembersih tas dapat jadi alternatif.
Lihat juga:Mengubah Tenun Jadi Busana Harian Siap Pakai |
"Dibersihkan seminggu sekali, boleh. Dianginkan saja sampai kering, jangan seperti menjemur kerupuk ya." ujar Ervina seraya tertawa. (okt/les)