Peneliti Temukan Bahaya Kesehatan Mental dari Facebook

Puput Tripeni Juniman | CNN Indonesia
Senin, 06 Feb 2017 19:30 WIB
Menurut sebuah penelitian terbaru, sering memberikan tanggapan dalam unggahan di media sosial mengindikasikan gangguan mental. Ilustrasi: Penelitian terbaru menunjukkan indikasi gangguan mental pada orang yang sering bermain di media sosial. (Thinkstock/Grinvalds)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di media sosial saat ini, berbagi dan mengomentari tautan melalui akun Facebook adalah sebuah kewajaran dalam beraktivitas di jejaring sosial. Namun penelitian membuktikan, ada kaitan antara kesehatan mental seseorang dengan aktivitas tersebut.

Melansir Live Science, penelitian yang dilakukan oleh Holly Shakya dari University of California dan Nicholas Christakis dari University Yale menemukan orang yang kerap memberikan 'like' pada unggahan orang lain cenderung punya masalah mental.

Kedua peneliti tersebut menganalisis data sekitar 5.200 orang dengan usia 48 selama tiga periode. Dalam penelitiannya, ilmuwan menilai kesehatan mental, fisik, dan kepuasan hidup partisipan.


Pun, peneliti diberi akses untuk mengamati penggunaan Facebook para responden.


Hasil yang dipublikasikan di the American Journal of Epidemiology, peneliti menemukan mereka yang kerap memberikan 'like' pada unggahan di Facebook memiliki kecenderungan masalah mental.

Selain itu, penelitian menunjukkan mereka yang kerap mengunggah status di Facebook juga memiliki masalah yang sama, bila dibandingkan dengan yang jarang mengunggah.

Keterkaitan ini ditemukan peneliti berkaitan dengan waktu. Penelitian menunjukkan orang dengan kondisi kesehatan buruk cenderung bermain Facebook dan berpeluang membuat kondisi semakin memburuk.

Bahkan, hasil penelitian menunjukkan orang dengan kondisi Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi lebih cenderung menggunakan Facebook lebih sering, meski tidak ada kaitan  penggunaan Facebook berpengaruh pada IMT.


Penelitian ini dianggap sebagai salah satu pendukung hipotesis terkait hubungan antara media sosial dan kesehatan mental.

"Aktivitas media sosial dan komunikasi melalui jejaring sosial sebenarnya bermanfaat, namun terlalu banyak memungkinkan seseorang berada dalam masalah," kata Thomas Valente, kata profesor kedokteran preventif di Keck School of Medicine, University of Southern California, menanggapi penelitian ini.

Valente, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan ketertarikan seseorang terhadap media sosial dapat dipengaruhi banyak faktor, termasuk urusan personal.

Namun ia mengatakan ada banyak yang mesti dipelajari lebih lanjut untuk memahami dampak dari laman jejaring sosial baik secara khusus maupun umum.

(end/les)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER