Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, jumlah penderita diabetes pada 2015 mencapai 10,5 juta. Angka ini bertambah dibandingkan temuan pada 2013 yaitu 8,5 juta penderita.
"Dahulu penyakit yang tertinggi adalah infeksi seperti TBC, namun saat ini karena gaya hidup modern, tren penyakit degeneratif seperti diabetes menjadi tren," kata Anny Suryani Gultom, dokter internis rumah sakit Siloam saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WHO juga menyebutkan bahwa kini diabetes menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dunia. Ditambah lagi fakta mengenai angka obesitas yang berbanding lurus dengan diabetes.
Menurut Anny, perubahan pola hidup signifikan seperti terlalu banyak konsumsi makanan instan dan manis juga mendorong penderita diabetes semakin meningkat.
Selain itu, kurang berolahraga dan bergerak ditambah dengan gaya hidup buruk lainnya seperti merokok, ikut memperburuk kondisi.
Menurut rekomendasi kesehatan, asupan gula yang disarankan hanya berkisar 50 gram atau setara dengan empat sendok makan.
"Sedangkan bila seseorang mengonsumsi satu potong martabak manis, itu mengandung satu sendok makan gula. Dan satu potong pasti dirasa kurang," kata Anny.
Kondisi semakin buruk ketika masyarakat juga jarang memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin. Padahal, dengan pemeriksaan rutin seperti gula darah dapat mengetahui penyakit sedini mungkin dan mencegahnya semakin parah.
"Ada baiknya masyarakat kurangi konsumsi gula, rutin berolahraga, dan cek kesehatan secara rutin," kata Anny.
(okt/les)