Penelitian dari Health Effects Institute (HEI) yang berbasis di Amerika Serikat itu menunjukkan polusi udara menyebabkan lebih dari 4,2 juta kematian dini di seluruh dunia pada tahun lalu.
Polusi udara berkaitan dengan meningkatnya kanker, stroke, penyakit jantung, dan pernapasan kronis seperti asma. HEI juga menyebut 92 persen populasi di dunia tinggal di area dengan udara yang tidak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden HEI, Dan Greenbaum, mengatakan China saat ini tengah mendorong kebijakan untuk menyetop kematian akibat polusi udara.
"(India) masih cukup jauh, mereka memiliki beberapa menteri yang menyebut tidak ada hubungan kuat antara polusi udara dan kematian, terlepas dari cukup banyak bukti," kata Greenbaum seperti dilansir Reuters.
Pemerintah China sebenarnya juga enggan untuk menarik hubungan langsung antara polusi udara dan kematian.
"Saat ini terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang sejauh mana dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama yang berdampak jangka panjang pada tubuh," kata seorang juru bicara kementerian kepada media pada Januari lalu.
Meski demikian, dalam rencana kesehatan nasional jangka panjang yang diterbitkan Oktober lalu, Pemerintah China sudah berjanji untuk menilai dampak serta meningkatkan kemampuan pemantauan lingkungan.
(end/les)