"Mereka datang dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 4,85 juta orang dan sisanya 75.303 orang melalui pelabuhan laut," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Sabtu (19/2).
Kunjungan wisman tersebut melampaui sasaran, karena Dinas Pariwisata setempat menargetkan kunjungan wisman pada 2016 sebanyak 4,2 juta orang. Adapun, di tahun 2017, Bali menargetkan kunjungan turis asing sebanyak 5,5 juta orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah tersebut meningkat sebesar 19,47 persen dibanding dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (Desember 2015), atau meningkat 7,16 persen dibandingkan dengan bulan November 2016.
Adi menjelaskan, dari sepuluh negara terbanyak yang memasok turis ke Bali, delapan negara di antaranya mengalami peningkatan signifikan dan dua negara mengalami penurunan.
Dua negara yang kunjungan turisnya turun adalah Malaysia, merosot 5,60 persen dari 190.381 orang pada tahun 2015 menjadi 179.721 orang pada tahun 2016. Kemudian, wisatawan Korea Selatan turun 0,93 persen dari 152.866 orang menjadi hanya 151.440 orang.
Adapunn, delapan negara yang masyarakatnya semakin banyak berlibur ke Bali adalah Australia yang meningkat 18,23 persen dari 966.869 orang pada tahun 2015 menjadi 1,14 juta orang tahun 2016.
Menyusul Tiongkok yang berada di peringkat kedua melonjak 43,91 persen dari 688.469 orang menjadi 990.771 orang. Kemudian, Jepang naik 2,99 persen dari 228.185 orang menjadi 235.009 orang dan Inggris naik 32,15 persen dari 167.628 orang menjadi 221.521 orang.
Beberapa negara lainnya yang berkontribusi besar mendatangkan wisatawan ke Bali adalah India dengan jumlah peningkatan 57,04 persen, Amerika Serikat (27,43 persen), Prancis (25,74 persen), Jerman (27,90 persen).
(antara/les)