Dalam jumpa pers tersebut, mereka menyesalkan pemberitaan di sejumlah media massa yang menyebutkan kalau danau yang berada di kawasan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon itu tercemar lintah dan cacing, sehingga membahayakan wisatawan yang berenang di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga membantah pemberitaan mengenai adanya korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat setelah berenang di Danau Toba," lanjut James.
Tokoh masyarakat Parapat, Mansur Purba, mengatakan kalau pemberitaan miring itu bisa merusak citra Danau Toba juga mengganggu roda perekonomian masyarakat sekitar yang selama ini bergantung dari sektor pariwisata.
"Jika tidak diklarifikasi, tentu berdampak pada menurunnya tingkat kunjungan ke Danau Toba," kata Mansur.
Mansur berharap, jika memang ditemukan adanya binatang air di Danau Toba, wisatawan bisa langsung melaporkan ke petugas terkait, namun tidak langsung menyebutkan kalau seluruh perairan danau tercemar.
“Butuh pernyataan resmi dari ahli atau pejabat daerah untuk menguatkan fakta jika danau memang tercemar,” ujar Mansur.
(ard)