Dilansir dari Travelers Today pada Senin (20/2), saat ini, perburuan paus di perairan Islandia menjadi sorotan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga meminta agar pemerintah tak lagi mempromosikan konsumsi daging paus sebagai atraksi penarik kunjungan wisatawan.
Dikutip dari ABC Australia, sebanyak 180 ekor paus diburu setiap tahunnya di Islandia. Selain untuk dalam negeri, hasil buruan tersebut juga diimpor ke Jepang.
Menyantap daging paus menjadi tradisi masyarakat kuno di sana. Tapi, saat ini, tradisi tersebut malah lebih sering dilakukan oleh wisatawan yang datang berkunjung, terutama dari China.
Oleh karena itu, kelompok pecinta hewan yang lain, Sea Shepherd Conservation Society, meminta tradisi tersebut disudahi, agar kebiasaan menyantap daging hewan yang dilindungi tak dianggap sebagai kebiasaan umum.
(ard)