Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan umumnya penyakit pasca banjir muncul akibat hewan-hewan yang terganggu dan menurunnya kesehatan lingkungan.
"Kami antisipasi penyakit yang dibawa binatang seperti tikus dan ular, juga sampah yang masuk ke sumur galian," kata Achmad kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu kumannya menyerang liver dan menyebabkan beberapa orang meninggal dunia," ujar Achmad.
Berangkat dari kejadian itu, ketika banjir kembali terjadi di Sampang tahun lalu, pemerintah mengantisipasi dengan membasmi sarang tikus. Namun, hal itu justru mengusik ular-ular yang tak mendapatkan makanan.
"Waktu 2016, kami antisipasi tikus, justru ular berbisa keluar dan menggigit warga," tutur Achmad.
Selain itu, Achmad menuturkan, banjir juga membuat sampah-sampah berserakan dan masuk ke sumur yang digunakan untuk beraktivitas sehingga mencemari sumber air bersih.
"Banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, awal tahun itu sampah masuk ke sumur, jadinya diare," ujar Achmad.
Lihat juga:Jakarta Siaga Dua dan Tiga Hadapi Banjir |
"Kalau kehujanan segera menghangatkan badan dan jaga betul kebersihan," kata Achmad.
Selain itu, Achmad menyarankan untuk tetap menjaga kebersihan makanan, tempat makan, dan mencuci tangan sebelum makan. (end/chs)