Melansir Live Science, sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Auckland, Selandia Baru, menyatakan sebelum dan pasca kelahiran, seorang ayah yang baru dapat mengalami depresi seperti pada ibu baru.
Lisa Underwood, pemimpin penelitian tersebut mengatakan depresi yang menyerang ayah baru dapat berakibat sangat buruk bagi keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi tersebut, peneliti mengidentifikasi sejumlah faktor yang mendorong depresi pada ayah baru.
Hasilnya, sebanyak 2,3 persen laki-laki di negara itu mengalami depresi pranatal dan 4,3 persen mengalami depresi pasca melahirkan.
Ia mengatakan faktor utama yang menyebabkan depresi pada ayah baru adalah kondisi kesehatan buruk serta stres yang dialami sebelumnya.
"Dalam studi terbaru dilaporkan, kesehatan diri yang buruk serta stres pribadi yang dialami calon ayah selama masa kehamilan secara konsisten berkaitan dengan depresi yang mereka alami," kata Underwood.
Lihat juga:Jepang Sediakan Taksi Khusus Ibu Hamil |
Sementara itu pada calon ibu, depresi cenderung diakibatkan oleh hormon selama kehamilan, kekerasan rumah tangga, dan kurangnya dukungan suami atau keluarga.
Underwood berharap dengan penelitian ini para dokter mampu mempelajari dan mengidentifikasi lebih lanjut mengenai faktor penyebab depresi, gejala, dan alternatif pengobatan untuk calon ayah.
"Kesehatan mental orang tua akan mempengaruhi hubungan suami istri dan anak serta cara mendidik anak. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali dan mengobati gejala sakit mental di kalangan ayah dan ibu baru," ujar Underwood. (okt/sys)