Seluas 60,7 hektar, lahan tersebut dibangun oleh seniman ukir yang telah meninggal dunia, Stephen Huneck dan sang istri, Gwen, pada 1995.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, terdapat juga kolam, galeri seni dan gereja, yang semuanya dibuat untuk memanjakan anjing peliharaan.
Di dalam gereja, pengunjung bisa berdoa sambil mengenang anjing peliharaan mereka yang telah tiada.
Di dindingnya juga terpajang banyak foto anjing peliharaan milik pengunjung yang sudah wafat sebagai bentuk pengenangan.
Huneck juga membangun gereja itu setelah ia menderita penyakit yang serius.
“Gereja ini sarat akan pesan cinta. Ada juga rasa duka, tapi gereja ini dibangun sebagai simbol kasih sayang antara pemilik dan anjing peliharaannya,” kata Huneck, seperti yang dilansir dari Lonely Planet pada Kamis (23/2).
Walau sudah tak lagi berada di dunia, tapi kenangan Huneck akan terus ada di Dog Mountain serta sepuluh buku cerita anak yang terinspirasi dari Sally.
Dog Mountain selalu membuka pintunya untuk masyarakat umum, walau ada saat kawasannya di sewa untuk pesta pribadi.
Tidak ada juga aturan untuk selalu mengikat anjing peliharaan dengan tali kekang, sehingga si guguk bisa bebas berlarian ke sana ke mari bersama kawanannya.
(ard)