Olahraga Berlebihan Bisa Turunkan Gairah Bercinta Pria

Syanne Susita, CNN Indonesia | Minggu, 26/02/2017 17:59 WIB
Olahraga Berlebihan Bisa Turunkan Gairah Bercinta Pria Foto: REUTERS/Daniel Becerril
Jakarta, CNN Indonesia -- Pria yang berolahraga terlalu berlebihan akan mencapai batas kritis mereka dimana mereka akan merasa terlalu lelah atau tidak tertarik lagi pada seks. Kaum pria mungkin berpikir jika mereka menghabiskan waktu lama di gym, membentuk otot sehingga postur tubuh terlihat kekar, para wanita pun akan langsung jatuh cinta dan tidak dapat menahan daya tarik seksual kepada mereka.

Namun, menurut penelitian baru yang dilakukan oleh Universitas Carolina Utara, latihan beban terlalu berlebihan dapat membahayakan kehidupan seks para pria. Penelitian dilakukan pada 1.100 pria yang menganggap diri mereka sebagai atlet. Mereka ditanya mengenai kehidupan seks mereka sekaligus kebiasaan mereka berolahraga.

Para pria yang berpartisipasi dalam survey ini dibagi berdasarkan frekuensi olahraga, seberapa intens latihan dan tingkat gairah seks mereka. Yang menakjubkan adalah pola yang muncul sangatlah jelas. Pria yang berolahraga tidak terlalu berat dilaporkan memiliki nafsu seks yang lebih tinggi dibanding mereka yang berolahraga lebih lama dan berat.


Mereka menemukan jika pria yang berolahraga terlalu berat telah mencapai batas puncak dimana mereka terlalu lelah atau tidak tertarik lagi dengan seks.

Tentu saja, para penulis ini tidak menyebutkan dengan pasti jika efek berolahraga terlalu intens membuat gairah bercinta rendah. Namun, peneliti utama Dr Anthony Hackney, percaya jika kelelahan fisik dan menurunnya hormon testosterone memegang pemeran penting.

Ini merupakan penelitian sukses yang mencari hubungannya antara olahraga dan dorongan seks pada pria, sehingga para pakar kesuburan kini mempertimbangkan untuk mengubah nasihat mereka pada pria yang sedang mencoba memiliki anak bersama pasangannya.

Penelitian sebelumnya dilakukan pada kaum wanita dan menyimpulkan jika olahraga intens seperti sesi latihan yang diterapkan pada pelari maraton professional dapat menyebabkan masa menstruasi yang tidak normal.

Penelitian ini percaya jika keseimbangan hormon wanita dapat berubah setelah olahraga intense yang bisa menyebabkan kesuburan rendah dan hilangnya keinginan seks.

“Ahli kesuburan akan sering mengecek apakah wanita tersebut berolahraga dan seberapa sering ia berolahraga. Berdasarkan data ini, kami berpikir hal yang juga harus diteliti pada pria juga,” ujar Dr Hackney. (SYS)