Duta Besar Indonesia untuk Swedia dan Lativia Bagas Hapsoro turut hadir dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bali masih menjadi tujuan utama, tapi wisman Swedia gemar mengunjungi kawasan baru, terutama yang sarat dengan tradisi dan kearifan lokal. Jadi, dalam acara ini kami promosikan kawasan wisata selain Bali,” lanjutnya.
Bagas lanjut menjelaskan, pada umumnya penduduk Swedia senang melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang tropis dengan suhu yang hangat, seperti Spanyol dan Thailand.
"Hal itu dikarenakan lamanya musim dingin di Swedia, sehingga di saat itu, mereka mencari daerah wisata yang kaya akan curahan sinar matahari. Ini menjadi potensi besar pengembangan wisata di kawasan Indonesia," ujar Bagas.
Dari total 2,1 jutaan wisman Eropa yang datang, sebagian besar berasal dari Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Rusia dan negara Eropa lainnya.
Sebagian besar dari mereka datang melalui pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Batam Kepri, Bandara Tanjung Uban Kepri dan Bandara Kualanamu Medan.
(ard)