Seks Bisa Tingkatkan Performa Kerja

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 08/03/2017 08:00 WIB
Seks Bisa Tingkatkan Performa Kerja Aktif melakukan seks meningkatkan performa kerja di kantor (Thinkstock/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti dari Universitas Negeri Oregon menemukan bahwa kehidupan seks yang sehat dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan di kantor. Dilansir dari situs resmi Universitas Negeri Oregon, Keith Leavitt, salah satu profesor di universitas ini, melakukan studi soal pekerjaan dan perilaku seks karyawan.

Dari studi ini terkumpul data mereka yang memprioritaskan seks di rumah tanpa disadari beri keuntungan saat bekerja. Efeknya orang-orang ini cenderung menenggelamkan diri dan menikmati pekerjaan.

"Awalnya hanya candaan, tetapi akhirnya jadi kenyataan. Orang-orang yang mengambil prioritas seperti itu benar-benar menikmati hidupnya dan terlihat percaya diri dan bahagia. Itu sebabnya kami pun jadi lebih melakukan penelitian itu," kata Leavitt.

Ia menambahkan pola hubungan sehat termasuk kehidupan seks sehat membantu karyawan bahagia dan berkomitmen pada pekerjaannya. Kenyataan seperti ini jelas menguntungkan karyawan dan tempat bekerja.


Temuan dalam studi ini dipublikasikan di Journal of Management. Para peneliti, Christopher Barnes dan Trevor Watkins dari Universitas Washington serta David Wegner dari Universitas Oregon berusaha memahami dampak seks terhadap pekerjaan dengan melakukan penelitian pada 159 karyawan yang sudah menikah.

Selama 2 minggu penelitian, mereka diminta melengkapi data survei setiap harinya. Para peneliti menemukan mereka yang rutin melakukan seks lebih memiliki perasaan positif di kemudian hari. Perasaan positif ini meningkat di pagi hari sehingga mengarah pada kepuasan kerja sehari penuh.

"Ini mengingatkan kita bahwa seks punya manfaat secara sosial, emosional dan psikologis. Penting jadi prioritas. Itu sebabnya selalu sempatkan," kata Leavitt.

Hubungan seks memicu pelepasan hormon dopamin, yakni hormon yang menimbulkan rasa nyaman dan senang. Hal inilah, menurut Leavitt, yang menjadikan seks sebagai peningkat mood alami dan memberi manfaat lain di kemudian hari.

Selain itu, studi ini juga menunjukkan membawa pekerjaan ke rumah menimbulkan efek negatif terhadap kehidupan seks. Tak terelakkan era ponsel pintar membuat orang dapat merespon hal-hal terkait pekerjaan lewat ponsel.

Namun, Leavitt mengatakan penting bagi seseorang untuk meninggalkan pekerjaannnya di kantor.

"Mengusahakan kehidupan seks yang baik seharusnya jadi perhatian demi perbaikan kualitas hidup! Toh, keuntungan juga didapat di karir juga," imbuh Leavitt. (SYS)