Dari studi ini terkumpul data mereka yang memprioritaskan seks di rumah tanpa disadari beri keuntungan saat bekerja. Efeknya orang-orang ini cenderung menenggelamkan diri dan menikmati pekerjaan.
"Awalnya hanya candaan, tetapi akhirnya jadi kenyataan. Orang-orang yang mengambil prioritas seperti itu benar-benar menikmati hidupnya dan terlihat percaya diri dan bahagia. Itu sebabnya kami pun jadi lebih melakukan penelitian itu," kata Leavitt.
Ia menambahkan pola hubungan sehat termasuk kehidupan seks sehat membantu karyawan bahagia dan berkomitmen pada pekerjaannya. Kenyataan seperti ini jelas menguntungkan karyawan dan tempat bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 2 minggu penelitian, mereka diminta melengkapi data survei setiap harinya. Para peneliti menemukan mereka yang rutin melakukan seks lebih memiliki perasaan positif di kemudian hari. Perasaan positif ini meningkat di pagi hari sehingga mengarah pada kepuasan kerja sehari penuh.
"Ini mengingatkan kita bahwa seks punya manfaat secara sosial, emosional dan psikologis. Penting jadi prioritas. Itu sebabnya selalu sempatkan," kata Leavitt.
Hubungan seks memicu pelepasan hormon dopamin, yakni hormon yang menimbulkan rasa nyaman dan senang. Hal inilah, menurut Leavitt, yang menjadikan seks sebagai peningkat mood alami dan memberi manfaat lain di kemudian hari.
Selain itu, studi ini juga menunjukkan membawa pekerjaan ke rumah menimbulkan efek negatif terhadap kehidupan seks. Tak terelakkan era ponsel pintar membuat orang dapat merespon hal-hal terkait pekerjaan lewat ponsel.
Namun, Leavitt mengatakan penting bagi seseorang untuk meninggalkan pekerjaannnya di kantor.
"Mengusahakan kehidupan seks yang baik seharusnya jadi perhatian demi perbaikan kualitas hidup! Toh, keuntungan juga didapat di karir juga," imbuh Leavitt. (sys)