Dalam kampanye koleksi seragam sekolah terbarunya, seperti yang dilansir The Evening Standard, M&S memang menyebut koleksi terbarunya akan membantu meringankan pekerjaan seorang ibu.
Ternyata promosi seperti itu dianggap para netizen membangun stereotipe jika hanya perempuan yang bisa menjahit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak pernah terbersit dalam niat kami untuk menyinggung pihak orang tua. Sebenarnya, kami sedang dalam proses mengganti kemasan kami untuk koleksi terbaru yang akan keluar Mei mendatang,” tulis M&S dalam pernyataan minta maafnya.
Grup pembela hak kaum wanita Fawcett Society menyebutkan implikasi hanya ibu yang bisa menjahit sangatlah kuno.
“Kita terseret dalam stereotipe yang konyol. Ini tahun 2017. Sudah waktunya para ayah juga bisa menjahit!” ujar Sma Smether, pemimpin eksekutif grup dalam pernyataannya.
Juru kampanye Matt O’Connor dari grup kampanye kesetaraan hak asuh orang tua Fathers 4 Justice menyebutkan jika pengecualian pada ayah dalam kampanye itu tidak dapat diterima dan seksisme yang sembrono.
“Membuat pengecualian pada ayah dari papan iklan dan merek adalah generalisasi prasejarah dan tidak dapat diterima. Pendekatan seperti itu menyebarkan pesan destruktif ke semua kalangan.” (sys)