Mama Aleta Fund, Demi Menyelamatkan Indonesia Timur

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Sabtu, 11/03/2017 16:11 WIB
Mama Aleta Fund, Demi Menyelamatkan Indonesia Timur Mama Aleta Fund digunakan untuk membantu perempuan yang berjuang dalam menyelamatkan ruang hidup dan memulihkan alam, terutama di Indonesia bagian timur. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aleta Baun, seorang perempuan asal Tanah Mollo, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur menerima penghargaan Lingkungan Hidup, Goldman Enviromental Award 2013. Penghargaan itu diperolehnya berkat perjuangannya sebagai perempuan Timor yang menyelamatkan masyarakat adat dan alam.

Bagi Aleta, penghargaan itu tidak hanya sebagai momentum pengakuan dari dunia global, tapi juga untuk dirinya agar dapat membantu perempuan lain berjuang.

"Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim memberikan kesulitan paling utama pada perempuan, karena kami yang mengurus pangan, konsumsi, juga kedekatan dengan alam, hutan, dan air," katanya saat ditemui di KeKini, Sabtu (11/3).


Dengan tujuan tersebut Aleta pun memanfaatkan hadiah yang didapatnya dari gelaran Goldman Prize Award 2013 sebesar US$150 ribu atau sekitar Rp 1,4 miliar kala itu. Dia ingin menggunakannya untuk membantu perempuan yang berjuang serupa dalam menyelamatkan ruang hidup dan memulihkan alam.
Aleta Baun ikut memperjuangkan lingkungan di kampung halamannya sendiri.Aleta Baun ikut memperjuangkan lingkungan di kampung halamannya sendiri. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)


Dalam hal ini, Aleta meminta Samdhana Institute untuk membantu mewujudkan cita-citanya itu. Menindaklanjuti, Samdhana pun membantu dengan membentuk Mama Aleta Fund (MAF), yang diluncurkan hari ini, Sabtu (11/3).

Alasan dipilihnya kaum perempuan untuk didukung lewat Mama Aleta Fund, dikarenakan bagi Alet, perempuan yang mengalami kesulitan paling utama saat alam rusak dan musim tidak menentu akibat perubahan iklim.

"Perempuan yang mengurus pangan keluarga dan masyarakat, konsumsi, juga akses terhadap lahan dan hutan. Hubungan mereka lebih dekat dengan alam," katanya.

Untuk itu dia pun ingin MAF dapat mendukung pendanaan dan pengetahuan bagi perempuan pejuang tanah air, serta mempromosikan kepemimpinan perempuan.

Sudah Hancur

Terlebih untuk perempuan yang ada di bagian timur Indonesia. Menurutnya Indonesia bagian timur itu seperti bagian hulu Indonesia.

"Bagian Barat sudah lama hancur, kita harus selamatkan bagian timur, apalagi di Timur banyak kekeringan yang terjadi, kemiskinan, tenaga kerja wanita ke luar negeri. Kita harus menyelamatkan ruang hidup yang juga berujung ke penyelamatan pangan," tuturnya.

Oleh karena itu, Aleta mengatakan bahwa MAF untuk saat ini hanya dapat diakses oleh perempuan yang akan atau sedang berjuang menyelamatkan ruang hidup dan memulihkan alam di Indonesia bagian Timur.

Selain mendanai MAF dari hadiah yang didapatnya, Aleta pun mengatakan dia membuka bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi.

"Saya mengajak teman-teman yang punya perhatian dan kesempatan sama untuk menjaga MAF dan membangun perjuangan ini ke depannya untuk lingkungan dan perempuan," ujarnya.

Terkait penggalangan dananya sendiri, dilakukan melalui crowd funding, bazar, garage sale dan lainnya. Salah satu yang turut dilakukan dalam peluncuran MAF ini, yakni lewat penjualan kain tenun serta pelelangan lukisan bertemakan perempuan.
Mama Aleta Fund didirikan untuk membantu perjuangan perempuan di kawasan Timur Indonesia yang memulihkan lingkungan. Mama Aleta Fund didirikan untuk membantu perjuangan perempuan di kawasan Timur Indonesia yang memulihkan lingkungan. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)

Seorang pelukis bernama Wijatnika, memboyong tiga karyanya untuk dilelang dalam acara tersebut. Penyelenggara membuka harga masing-masing Rp 1 juta per lukisan.

Lukisan itupun terjual dengan masing-masing lukisan ditawar dengan harga Rp 5 juta, sehingga keseluruhan mendapat Rp 15 juta yang disumbangkan untuk MAF.

Selain itu, turut dijual kain tenun dari NTT dan pernak-pernik yang dibuat dari kain tenun mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 3 jutaan. Sebagian hasil penjualannya itu pun disebutkan penyelenggara turut diberikan untuk MAF.