"Saya pikir setiap merek dan orang memiliki hak untuk lantang menyuarakan isi hatinya. Saya sangat kesal dengan masalah pemerintahan sekarang. "
Perancang 36 tahun ini menyebutkan alasan penolakannya kepada situs Daily Beast. Padahal sebelum Melania dan Ivanka Trump pernah menjadi kliennya. Namun, ia tidak berminat untuk melanjutkan jasanya kepada kedua orang wanita ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau desainer lain seperti Tommy Hilfiger yang dianggap sebagai penggerak pernyataan politik melalui pilihan siapa yang menjadi klien mereka,
Zac merasa dirinya juga harus mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keputusannya itu.
"Saya merasa setiap merek atau orang harus dengan lantang menyuarakan apa pun yang ia percaya. Saya sekarang memang kesal tetapi saya selalu mencoba untuk bersikap optimis. Saya yakin kebebasan akan menang. Saya tidak pernah mendikte siapa yang boleh berbelanja di toko saya."
Seperti desainer lainnya, walau Zac tidak akan mendesain baju untuk keluarga Trump, mereka tidak bisa melarang keluarga Trump berbelanja di butiknya.
Sebelumnya, publik kaget melihat Melania Trump menggunakan jas rancangan Michael Kors seharga 10 ribu dollar karena sang perancang dijenal sebagai pendukung Hillary Clinton. Michael Kors kemudian mengeluarkan pernyataan resmi jika Melania membeli jas itu dari butiknya.
"Nyonya Trump telah menjadi klien lama butik kita di New York. Ia sudah sangat mengertu model seperti apa yang sesuai dengan diri dan gaya hidupnya. Jas hitam berenda rancangan saya merefleksikan kemewahan yang memang menjadi ciri khasnya." (sys)