Mengutip Cosmogirl Indonesia, denim adalah jenis kain bahkan merupakan jenis kain tertua di dunia. Sedangkan jin adalah produk yang terbuat dari kain denim.
Merunut sejarahnya, pada 1800-an celana dari kain denim populer di Genoa, Italia. Celana ini rupanya menjadi favorit warga Perancis. Warga Perancis menyebut celana ini dengan sebutan Genes atau celana dari Genoa. Orang Inggris dan Amerika melafalkannya menjadi "jeans", dan dari sinilah istilah jeans atau jin kemudian berasal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strauss pun membuat celana dari bahan kanvas yang ia bawa dari Bavaria. Pada 1860-an, ia mulai membuat celana dari bahan denim berat. Istilah blue jeans mulai populer saat itu karena celana berwarna indigo.
Jin desain 501 karya Strauss dipengaruhi oleh model celana panjang yang dipakai pelayar Genoese. Bentuknya lebar di bagian bawah untuk memberi ruang bagi sepatu boot mereka. Strauss memilih jenis kain Serge de Nimes dari Perancis yang kemudian disingkat menjadi denim.
Dilansir dari Fashion in Time, denim adalah kain katun twill yang kuat. Serat-serat kain ini mampu menyerap kelembaban dengan cepat, cepat kering dan punya efek mendinginkan saat udara panas.
Pada perkembangannya, sudut saku celana diberi paku keling (rivets) dari tembaga agar celana awet dan tidak cepat sobek. Pada 1873, saku belakang diperkuat dengan jahitan melengkung dengan benang oranye. Desain ini kemudian memperoleh hak paten pada 20 Mei 1874.
Walau berbeda, orang sering menyebut denim sebagai jin, padahal pengertiannya berbeda. Denim tidak hanya bisa dibuat pakaian tetapi juga tas, dompet bahkan sepatu. (rah)