Namun, ada cara lain yang lebih murah, sederhana, dan tidak membahayakan keselamatan jiwa, yaitu menikmatinya melalui kecanggihan teknologi Google Street View.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kawah tersebut terdapat lava panas yang masih terus bergejolak, sehingga menjadi fenomena alam yang unik.
Untuk bisa “membawa” wisatawan sampai ke sana melalui Google Stret View, Google mengutus dua penjelajah untuk turun ke kawah dan mendokumentasikannya melalui kamera Street View Trekker, dengan fungsi dokumentasi 360 derajat, yang biasanya ditancapkan di mobil Google.
Kedua penjelajah itu tentu saja merasa bangga bisa menjalani misi dari Google.
“Tak bisa dibayangkan betapa kecilnya manusia saat berada di sana,” kata salah satu penjelajah, Geoff Mackley, dalam keterangan resminya, seperti yang dilansir dari Travel and Leisure pada Kamis (16/3).
Sebelum turun ke dasar kawah, Mackley bersama rekannya, Chris Horsley, sudah melakukan pelatihan intensif terlebih dahulu.
Horsley mengatakan, kalau kawah tersebut berukuran dua kali lapangan sepak bola.
“Saat berada di sana, jantung saya tak berhenti berdebar. Ditambah lagi dengan suhunya yang sangat panas,” kata Horsley.
“Saya berharap, misi yang kami jalani dapat membuat banyak orang semakin menghargai kecantikan alam yang ada di dunia,” lanjutnya.
(ard)