Data tersebut menunjukkan perempuan yang bekerja di bidang media, olahraga, dan budaya berada di urutan teratas sebagai profesi yang paling berpotensi mendorong keinginan untuk bunuh diri. Sementara untuk pria, pekerja konstruksi bangunan berada di tingkat gangguan kesehatan paling tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang meninggal karena bunuh diri biasanya tidak menghubungi pelayanan kesehatan, dan lebih sering diam sebagai upaya mengatasinya yang justru membuat keadaan semakin memburuk," tuturnya.
Lebih jauh Selbie mendesak perusahaan, baik yang besar dan kecil pada sektor umum maupun pribadi, untuk mengobati kesehatan mental layaknya pengobatan fisik bagi para pekerjanya.
"Dengan lebih dari dua pertiga orang dewasa menghabiskan waktunya dengan bekerja, tempat kerja kemudian menjadi sangat berpengaruh," ujarnya.
Upaya untuk meredam tingkat stres ini dapat dilakukan dengan berkomunikasi dengan manajer atau rekan kerja. Selain itu, kata Selbie, Public Health Inggris kemudian menawarkan perangkat lunak bagi perusahaan yang dirancang sedemikian rupa membantu pencegahan bunuh diri di tempat kerja.
Secara terpisah, Ruth Sutherland, Chief Executive The Samaritans mengatakan suasana kerja sebaiknya memberi rasa nyaman pada pekerjanya. "Akan lebih baik bila tempat kerja di mana setiap orang nyaman menyampaikan apa yang ia rasakan, dan mendapat bantuan jika dibutuhkan." (rah)