Dilansir dari Reuters pada Senin (20/3), negara beribukota Oslo itu disebut paling bahagia di antara 155 negara di dunia, karena pemerintahnya berhasil membangun kestabilan sosial dan kesetaraan yang kemudian meningkatkan kesejahteraan penduduknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara lain yang masuk dalam posisi sepuluh teratas ialah Islandia, Swiss, Finlandia, Belanda, Kanada, Selandia Baru, Australia dan Swedia.
Sementara itu, Jerman berada di posisi ke-16, Inggris di posisi ke-19, Perancis di posisi ke-31 dan Amerika Serikat (AS) di posisi ke-14.
Indonesia berada di posisi ke-81, setelah Pakistan dan sebelum Venezuela.
Sedangkan Yaman, Sudan Selatan, Liberia, Guinea, Togo, Rwanda, Suriah, Tanzania, Burundi dan Afrika Tengah berada di posisi sepuluh terbawah.
Sachs mengatakan kalau posisi AS turun dari tahun sebelumnya dikarenakan faktor drama politik di negaranya.
“Laporan ini akan menjadi bahan untuk pemerintah agar mengembangkan negaranya lebih baik lagi,” ujar Sachs.
“Negara lain mungkin saja bisa mengikuti langkah Uni Emirat Arab yang memiliki Menteri Kebahagiaan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya,” lanjutnya.
(ard)