Adalah perusahaan swasta asal Qatar, Retaj Grup, yang berencana melakukan hal itu.
“Potensi Hotel Retaj sangat menguntungkan,” kata Chief Executive Officer Retaj Hassan Ahdab, dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retaj Group sendiri mengoperasikan sepuluh hotel bernafaskan syariah di Qatar, Turki, Komoros, dan Arab Saudi.
Perusahaan dibangun di Doha pada tahun 2004 itu, mengoperasikan hotel berdasarkan ajaran Islam, yakni melarang minuman beralkohol dan merokok di hotel.
Soal wisata halal, Indonesia memang tengah menggenjot upaya guna menjadikan beberapa kawasan, seperti Lombok, Aceh dan Sumatera Barat, sebagai destinasi utama bagi wisatawan muslim.
Hal itu diperkuat dengan keberhasilan Indonesia membawa pulang 12 piala dari 16 kategori di ajang World Halal Tourism Awards 2016.
Beberapa kategori yang berhasil dimenangkan ialah World's Best Airline for Halal Travellers, World's Best Airport for Halal Travellers, World's Best Halal Destination, World's Best Halal Culinary Destination dan World's Best Halal Cultural Destination.
Di sisi lain, dari data Global Muslim Tavel Index (GMTI) 2016, Indonesia ada di peringkat 4 dalam Top 10 Halal Friendly Holiday Destination di dunia.
(antara/les)