Namun sebuah penelitian yang dipublikasikan bulan lalu dalam Journal of Food Composition and Analysis menemukan bahwa ternyata buah dan sayuran beku, dalam beberapa kasus, ternyata lebih bernutrisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa sayur dan buah yang diberli adalah brokoli, kembang kol, jagung, buncis, kacang polong, bayam, blueberri, dan stroberi.
Peneliti membandingkan konsentrasi dalam ketiga nutrisi kunci buah dan sayur yaitu vitamin A, C, dan folat. Nutrisi tersebut larut dalam air dan sesitif terhadap panas.
Hasil yang mengejutkan pun terjadi. Buah dan sayur beku ternyata memiliki nutrisi yang konsisten dibanding dengan bahan pangan segar yang sudah disimpan di lemari es beberapa hari.
"Temuan ini tidak mendukung adalah kepercayaan umum konsumen yang mengatakan bahwa bahan segar memiliki jumlah nutrisi yang jauh lebih tinggi dibanding frozen," kata penulis.
Meskipun bahan segar memiliki jumlah nutrisi yang tertinggi saat panen, namun nutrisi akan segera terurai saat bahan pangan dipetik, dikemas, dan dipajang.
Nutrisi ini akan makin terurai ketika diletakkan di lemari es. Banyak nutrisi dalam bahan pangan yang turun sampai level terendah dibanding berbagai produk beku. Hal ini disebabkan karena bahan pangan ini dibekukan segera setelah mereka dipetik dari ladang.
Analisis lainnya juga dilakukan oleh peneliti di University of California Davis satu dekade lalu. "Bergantung pada komoditi, pembekuan bisa membantu menyimpan nilai nutrisi," kata penulis.
Hal ini membuktikan bahwa jika ingin mendapatkan nutrisi maksimal dari buah dan sayur, Anda bisa mendapatkannya dari bahan pangan segar. Namun arti segar tersebut haruslah benar-benar segar, tak disimpan lama dalam lemari es. (chs)