Salah satu agenda dalam kampanye tersebut ialah promosi wisata kuliner khas Negara Gingseng yang bersertifikat halal, seperti kimchi, bibimbap, dan bulgogi.
“Korsel tengah fokus pada pasar wisatawan muslim yang berjumlah 1,7 miliar orang. Kampanye 'Muslim Friendly Korea' untuk menarik wisatawan Muslim, yang merupakan target utama diversifikasi pasar,” kata Direktur Badan Pariwisata Korea (KTO) Harry Oh Hyonjae di Jakarta, seperti yang dilansir dari Antara pada Selasa (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat empat jenis restoran halal, yaitu Halal Certified (yang disertifikasi oleh Federasi Muslim Korea (KMF)), Self Certified (yang disertifikasi sendiri oleh restoran setelah evaluasi), Muslim Friendly (yang menjual beberapa menu halal) dan Pork Free (yang menggunakan daging selain daging babi).
KTO juga menerbitkan buku panduan bagi wisatawan muslim, meliputi informasi mulai dari restoran halal sampai tempat beribadah di Negara K-Pop itu.
“Bulan September mendatang akan ada kegiatan Halal Restaurant Week sebagai promosi. Wisatawan Muslim yang sedang berkunjung ke Korsel akan diberi diskon,” kata Hyonjae.
Tahun lalu, jumlah wisatawan Muslim yang berkunjung ke Korsel sebanyak 980 ribu orang, atau hanya 5,7 persen dari total 17,2 juta wisatawan mancanegara yang datang.
Namun, jumlah tersebut telah meningkat sebanyak lima kali dalam lima tahun terakhir. Bersama dengan pasar wisatawan China, wisatawan Muslim menjadi potensial untuk dijaring di Korsel.
(ard)