Temuan itu mengacu pada survei terbaru yang melibatkan 10.000 orang partisipan generasi milenial, yang diusung LendEDU.
Dua pertiga partisipan juga mengakui bahwa mereka memberi jempol sebuah postingan dan video sebagai balasan dari orang yang sebelumnya memberi 'likes' juga di postingan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengguna Instagram dipengaruhi oleh satu hal penting, yakni 'likes'."
Survei tersebut juga mempertanyakan: "Apakah kamu juga memberi jempol pada akun orang lain yang memberi 'likes' di postinganmu?"
Reponsnya mengejutkan karena 67 persen partisipan menjawab 'Ya' karena itu merupakan kode tak tertulis di Instagram.
Temuan lainnya, adalah ketika mereka ditanyakan, "Apakah mereka atau ada orang lain menghapus postingan ketika tidak mendapat banyak acungan jempol atau likes?"
Total 78 persen mengatakan mereka atau orang lain yang mereka kenal menghapus postingan begitu tidak mendapat banyak 'likes'.
Temuan ini membuktikan bahwa mayoritas pengguna media sosial tidak sepenuhnya bermaksud membagi pengalaman mereka dengan orang lain, melainkan ingin mendapatkan banyak 'likes'.
"Generasi milenial lebih memilih menyembunyikan kehidupan mereka sebenarnya dari publik daripada tidak mendapat 'likes' di Instagram." (rah)