logo CNN Indonesia

Studi Baru Mendapati Merokok Lemahkan Gen Pelindung arteri

, CNN Indonesia
Studi Baru Mendapati Merokok Lemahkan Gen Pelindung arteri
Jakarta, CNN Indonesia -- Dilansir Reuters, tim peneliti di AS Senin (1/5) mengungkapkan merokok meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah sebagai akibat lemahnya sebuah gen.

Dalam jurnal Circulation, dijelaskan bagaimana merokok dapat membuat tumpukan plak sehingga membuat kaku pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung.

“Ini merupakan langkah pertama terbesar dalam rangka memecahkan teka-teki interaksi lingkungan gen yang mengarahkan ke penyakit jantung koroner,” ungkap Danish Saleheen, penulis makahal sekaligus asisten profesor biostatistik dan epidemiologi the Perelman School of Medicine, Universitas Pennsylvania.

Para peneliti mengumpulkan data lebih dari 140 ribu orang yang didapat dari dua penelitian sebelumnya. Yang menjadi fokus penelitian ini adalah daerah genome yang sebelumnya diasosiasikan dengan risiko meningkatnya penumpukan plak dalam pembuluh darah jantung.

“Perubahan dalam huruf dalam DNA di kromosom 15, dekat gen dapat diekspresikan dengan enzim (ADAMTS7) yang diproduksikan dalam pembuluh darah, diasosiasikan dengan 12 persen penurunan risiko jantung pada orang yang tidak merokok,” jelas makalah.

“Namun, perokok dengan variasi yang sama hanya memiliki lima persen lebih rendah untuk penyakit jantung koroner, berkurang lebih dari setengah efek pelindung variasi genetik ini.”

Lanjutan penelitian laboratorium menunjukkan sel dalam pembuluh arteri dalam jantung manusia, produksi enzim ADAMTS7 merosot secara signifikan ketika sel mengandung varian DNA huruf single ini.

Percobaan lain menunjukkan jika pembuluh arteri koroner terpapar sari cair asap rokok, produksi ADAMTS7 akan bertambah ganda.

Jika para peneliti dapat menemukan cara lain untuk tinggal dalam enzim ini, dijelaskan oleh penulis makalah Muredah Reily yang menjabat sebagai direktur dari Irving Institute for Clinical and Translational Research di Columbia University Medical Center, maka mereka dapat membantu perokok dan mereka yang berisiko terkena jantung koroner.

Merokok dikenal sebagai penyebab dari satu dari lima kasus penyakit jantung koroner dan dikaitkan dengan 1,6 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.

“Melalui penelitian genetik berskala besar ini, kita mulai mengerti variasi genetik yang jadi faktor pendorong dalam merespon paparan lingkungan atau perilaku gaya hidup tertentu,” terang Reilly.

“Tidak semua orang bereaksi sama terhadap paparan atau perilaku yang sama. Misalnya, orang yang tidak berolahraga bisa menderita diabetes, bisa juga tidak,” tambahnya.

“Jadi daripada menyarankan hal yang sama, kita bisa secara khusus melakukan intervensi pada populasi atau individu yang spesifik dan fokus pada sumber kesehatan kita secara efesien.”

Artikel Terkait
0 Komentar
Terpopuler
CNN Video